Kota selanjutnya, Kenangan.

Malam ini terasa sepi, penghuni kost juga pada pergi. Hanya ada beberapa tiga kamar yang asik dengan musiknya masing-masing. Sementara aku lebih memilih duduk sambil udud diemperan sambil nulis ini.
Seperti biasa, gak ada yang penting untuk dibahas disini. Tulisan ini ditulis juga karena daripada gak nulis. Jadi, simpan waktumu untuk hal yang lebih berharga daripada membaca tulisanku ini.
Waktu berjalan sebagaimana mestinya. Empat tahun sudah aku berada di kota ini, mengais ilmu, mencari teman dan sekadar hidup. Menjalani kuliah, bersosial, hingga ribut sana sini menjadi saksi saat-saat aku di Madiun. Akhir tahun kemarin urusan pokokku disini sudah selesai, tapi aku masih menempati rumah kost ini sampai hari ini. Setidaknya ada beberapa alasan yang menguatkanku untuk masih tetap disini. Sungguh berat untuk singgah, terlalu banyak cerita dan hal yang tak elok jika begitu saja kutinggalkan.
Setelah lulus dan "nganggur" beberapa waktu lalu, aku sudah empat kali mengikuti ujian pascasarjana. Dua kali kandas di Solo dan kemarin keterima di UM dan UNNES. Artinya setelah ini, aku harus memilih untuk hengkang dari Madiun, kota yang berkesan ini untuk memilih Malang atau Semarang sebagai kota yang aku singgahi.
Dua kota tersebut memang lumayan asing bagiku, mengingat sangat jarang menginjak kota tersebut. Berbeda dengan Solo yang cukup familiar dengan jalanan dan penghuninya.
Tapi layaknya memilih Madiun untuk persinggahan untuk mencari ilmu dan menambah teman, Malang atau Semarang juga bagian yang harus kupilih untuk disinggahi.
Masih bingung dan eman untuk meninggalkan Madiun, aku harus memilih Semarang atau Malang untuk melanjutkan catatan kehidupanku. Semoga setelah ini aku mimpi indah dan diberi petunjuk, kota manakah yang mantap untuk aku singgahi selanjutnya, demi pendidikan dan mutu hidup yang lebih baik. Love you :*

1 Response to Kota selanjutnya, Kenangan.

  1. Semoga dengan bertambahnya umur, semakin sukses dan cermat dalam melangkah. Aamiiin.

    Salam.

    BalasHapus