Untukmu

Kemarin, 24 oktober 2015, alarm sudah berdering dengan gaharnya, tak lama setelahnya telfon dari kekasihku untuk mengingatkan bahwa aku harus bangun dan mandi. Iya, hari itu akan mrlaksanakan Wisuda studi S1 di IKIP PGRI Madiun. Setelah mandi, jam 6 aku bersama Piyol berangkat ke kampus.
Selama prosesi wisuda, berjalan khidmad. Hatiku bergetar ketika semua yang ada di dalam gedung menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selain itu, banyak mendengarkan prosesinya. Semua berjalan begitu istimewa bagi sekitar 700an mahasiswa satu perjuangan. Luar biasa!
Akhirnya selesai juga alur acara wisuda dan pelepasan mahasiswa.
Foto bareng teman satu kelas didepan panggung, dibawah sana terlihat seorang lelaki yang mencari anaknya diantara seribuan orang. Aku menyaksikan Shinta, kekasihku menghampirinya dan menunjukkan keberadaanku. Akupun mendekat dan berjabat tangan, mencium punggung tangannya, lalu memeluk. Ucapan selamat dan tetesan air matanya tak mampu terbendung. Akupun tak mampu menatap wajahnya. Aku terlalu cengeng untuk menyaksikan linangan air mata. Setelah itu Shinta menghilang, ternyata menghampiri Ibu yang bingung mencariku juga. Seperti sebelumnya, aku memeluk dan menciumnya. Sungguh, hari yang membahagiakan.
Lantas kami bersama keluarganya Piyol istirahat di Susu Segar Mao, outlet teman saya dan menikmati susu segar disana sambil nunggu rombongan Pakpuh, bulik, Mbah, dan gerombolan keponakan. Rame sekali!
Setelah ngumpul semua, kami kembali berfoto bersama di luar dan dalam gedung. Hingga akhirnya saya kembali ke kost untuk ambil mobil dan bersama-sama menuju salah satu rumah makan di lereng wilis, asri di pinggir kali. Semua makan dengan diiringi guyonan yang menghangatkan suasana kekeluargaan. Puas, kami pulang dengan hati senang.

***********berganti hari ***********
Hari ini, minggu 25 oktober 2015, aku mengundang keluarga besar anak cucu mbah jemakun dan mbah raseni untuk ngumpul, silaturahim, makan bersama, mohon doa restu untuk pembelajaran yang sudah saya tempuh dan yang akan saya tempuh kedepan. Walau tidak bisa hadir semuanya karena banyak yang diluar kota, akhirnya terkumpul sekitar 30 saudaraku disana. Ayah membuka acara, mohon doa untuk semua dan aku duduk tepan didepannya. Aku menyaksikan air mata itu mengalir dengan derasnya ketika Pakdhe Bandono sampai Pakpuh Sutris mengiringkan doa untuk kelancaranku menempuh ilmu dan keberhasilanku kedepan. Lagi, aku tak mampu memandang wajah yang sudah tak muda lagi itu. Aku lebib banyak menunduk dan mengangkat tanganku dan mengamini doa-doanya. Hari ini, ayah yang bagiku idola begitu lemah... Semua merangkum doa.
Makan semuanya dan sesi foto-foto. Rame sekali!
Akhirnya aku dan Dandy melanjutkan perjalanan kr warung oposisi untuk bertemu teman-teman dan semua keluarga kembali pulang kerumah masing masing. Nah, dirumah, sebelum saya nulis ini, Ibu bilang kalo Ayah tadi ngomong gini di mobil. "Aku ki ra nate mbayari kuliah, tapi kok saiki wis lulus". Kalian tau, bagaimana perasaanku? Melting!! Entah harus senang atau bersedih.
Memang sih, sejak awal kuliah aku mulai membiayai kuliah dan kehidupanku sendiri, kecuali saat-saat terpuruk, aku minta uang saku atau bayar kuliah ke orang tuaku. Aku telah tumbuh menjadi orang jalanan yang berusaha mandiri untuk mengarungi asiknya kehidupanku. Jadi ketika Ayah ngomong gitu tadi, disatu sisi aku merasa gagal menjadi anak. Kenapa jaman kuliah, aku sangat jarang minta uang. Seharusnya, aku minta uang kost, atau uang bensin. Ya meski aku kuat untuk membeli sendiri, paling tidak aku masih bisa menghargai bahwa aku Anaknya dan aku masih tanggunh jawabnya.
Entahlah, tapi aku bangga dan bahagia bisa mengarungi kehidupan yang asik ini.
Dan, semua ini, termasuk gelar S.Pd. ini aku persembahkan untuk Ayah Ibu, keluarga, dan semuanya. Semua ini untukmu, Ayah, Ibu..
Terimakasih atas segala alunan doa dan supportnya. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah anakmu ini..

3 Responses to Untukmu

  1. selamat mas Yuda (Untuk kali ini saja aku panggil sampean dengan nama ini :) ) . Semoga cita cita sampean terus berlanjut, sehingga banyak yang bisa diceritakan. Sekali lagi Selamat. Setelah dapat Ijasah, lanjut ke Ijab Sah :) .

    #SalamOpenSource

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mas Anang. Amin, terimakasih doanya dan sukses juga buat njenengan.
      Salam open source ;)

      Hapus
  2. selamat atas S.Pd-nya mas, kehiduan yang lebih dasyat sudah menantimu

    BalasHapus